fbpx
Tips Memulai Bisnis Properti

Tips Memulai Bisnis Properti

Bisnis properti adalah salah satu bisnis yang memiliki peluang keuntungan yang cukup menggiurkan. Karena itu, semakin banyak orang terutama kaum milenial sekarang ini yang mulai tertarik untuk memulai menjalankan bisnis properti.

Memulai bisnis properti sendiri tentu tidak mudah, apalagi dengan modal yang terbatas. Oleh karena itu berikut ini kami berikan beberapa tips untuk menjalankan bisnis properti Anda sendiri:

  1. Tentukan goal untuk bisnis Anda. Sebelum Anda memulai sesuatu, Anda perlu meluangkan waktu untuk mengevaluasi dan memprioritaskan rencana Anda kedepannya. Susun rencana bisnis Anda berdasarkan goal pribadi, profesional dan finansial Anda untuk beberapa tahun ke depan. Menentukan goal ini dapat membantu Anda lebih fokus dan membantu dalam mengambil keputusan.
  2. Lakukan riset pasar. Anda harus tahu jenis properti apa yang sedang banyak dicari oleh konsumen, mengenal kompetitor potensial Anda, dan mengerti mengenai harga, fasilitas, dan infrastruktur dari properti yang ingin Anda perdagangkan.
  3. Atur keuangan Anda. Memulai bisnis properti tentu memerlukan modal awal yang tidak sedikit. Anda bisa memulai dengan menyewakan properti yang sudah Anda miliki seperti gudang, atau menyewakan kamar untuk kost dan lainnya. Jika modal Anda mencukupi Anda juga bisa memulai dengan membeli apartemen untuk Anda sewakan atau jual. Selain membeli properti awal, modal yang cukup juga dibutuhkan untuk melakukan maintenance dari properti Anda tersebut.
  4. Ikuti pelatihan. Ada banyak hal yang harus dimengerti sebelum Anda memulai bisnis properti, cara membangun-nya, dan terutama aturan dan hukum yang harus Anda ikuti. Untuk itu Anda bisa mengikuti pelatihan secara online mengenai hal ini.
  5. Bangun strategi marketing yang tepat. Agar dapat memiliki bisnis properti yang sukses, Anda tentu perlu memiliki strategi marketing yang tepat. Marketing dapat membangun awareness akan brand Anda, dan membantu bisnis Anda kedepannya. Berikut beberapa strategi bisnis yang dapat Anda pertimbangkan:
    • Social Media: di era digital seperti sekarang ini, social media menjadi salah satu media yang terbaik untuk membangun brand awareness. Anda bisa membuat akun Twitter, Instagram dan Facebook dan memposting mengenai properti yang Anda tawarkan secara berkala. Selain itu Anda juga bisa mempertimbangkan untuk melakukan iklan berbayar di Social Media seperti Facebook dan Instagram Ads.
    • Email Campaign: email masih menjadi salah satu media terbaik untuk mendapatkan leads, selama Anda memiliki database kontak yang cukup banyak.
    • Networking: untuk dapat mengumpulkan database kontak yang cukup, Anda perlu melakukan networking. Mulai dengan acara-acara properti di sekitar Anda, kemudian perluas jaringan dan koneksi Anda. Hal ini juga dapat memberikan Anda ilmu tambahan mengenai cara berkomunikasi dan memasarkan properti yang baik.
    • Bangun website: memiliki website yang bagus sangatlah penting di era digital seperti sekarang ini. Pastikan website Anda user-friendly, mudah di navigasikan dalam berbagai device (mobile, desktop, tablet), dan berisi informasi properti Anda dengan jelas (foto dengan resolusi yang bagus dan deskripsi properti yang lengkap). Anda dapat juga menambahkan halaman blog untuk memberikan artikel mengenai jenis-jenis properti, saran memilih properti, dst.
    • Digital Marketing: Anda juga bisa mempertimbangkan menggunakan platform digital marketing SEM (Google Ads) dan SEO dalam strategi marketing Anda.

Diatas adalah beberapa tips yang dapat Anda perhatikan sebelum memulai bisnis properti. Semoga dapat membantu Anda dalam menyusun perencanaan dan menjalankan bisnis Anda kedepannya. Dan jika Anda membutuhkan bantuan untuk strategi digital marketing, langsung saja diskusikan kebutuhan Anda dengan team ahli dari ReMarketing.co.id.

Tips Digital Marketing Untuk Bisnis Properti

Tips Digital Marketing Untuk Bisnis Properti

Pentingnya peran Digital Marketing untuk bisnis properti dengan langkah awal harus mengetahui dasar-dasar Digital Marketing itu sendiri, tentukan target pasar anda sesuai produk dan harga yang anda jual.

Pastikan anda bisa lebih unggul dari kompetitor anda karna dapat meraih target pasar yang bagus.

Dalam menentukan formasi kanal digital marketing yang akan dimainkan, pelaku usaha harus memulainya dari pembentukan konten digital marketing, setelah konten menciptakan umpan, pelaku usaha perlu mempertimbangkan akan disebar ke kanal digital marketing mana umpan tersebut, apakah Youtube, Facebook, atau lainnya.

Terakhir, pelaku usaha juga perlu mempertimbangkan jenis digital marketing yang akan ditempatkan sebagai garda depan, apakah melakukannya secara organik atau mengedepankan promosi melalui iklan digital.

Apabila menggunakan iklan, promosi akan berjalan cepat dan dalam waktu singkat menjaring prospek bisnis, tetapi jenis promosi ini perlu dukungan anggaran yang memadai.

Apa pun yang berhubungan dengan promosi dan iklan dapat dibuat dengan cara digital marketing. Mengingat masyarakat yang telah melek teknologi dan tidak jarang melakukan kegiatan online secara lebih luas. Berikut mengenai digital marketing cara apa saja yang harus dipelajari baik bagi pengusaha bisnis property maupun agen- agennya.

Mengingat sekarang ini sudah masuk di Industri 4.0 dengan laju quadrial, yang sudah tidak di hitung lagi dengan deret ukur juga deret hitung. Jadi, sekarang ini belajar digital marketing untuk usaha property bisa melek dengan internet, berikut beberapa strategi digital marketing yang bisa Anda lakukan adalah :

  1.  Sesuaikan konten yang dibuat dengan target pasar Anda.
  2. Memakai Website
  3. Cantumkan nomor handphone agar mudah dihubungi
  4. Melakukan alalisis terhadap kompetitor

Selalu maksimalkan belajar digital marketing untuk usaha property dengan cara dan strategi yang mudah supaya bisnis bisa semakin berkembang.

Tips Digital Marketing Untuk Bisnis Fashion

Tips Digital Marketing Untuk Bisnis Fashion

Bisnis fashion adalah salah satu bisnis yang sangat menguntungkan. Selain karena tren baru yang terus bermunculan, fashion seperti baju, celana, sepatu dan tas adalah salah satu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi.

Tetapi, seiring perkembangan zaman, cara pemasaran dan penjualan bisnis fashion pun harus mengikuti perkembangan. Sekarang ini banyak customer yang akan mencari informasi mengenai produk fashion yang mereka inginkan secara online terlebih dahulu baru kemudian memutuskan untuk melakukan pembelian. Transaksi pembelian ini juga mayoritas terjadi secara online, karena transaksi online jauh lebih mudah dilakukan dibandingkan harus pergi ke toko dan membeli secara offline. Oleh karena itu banyak pengusaha fashion sekarang ini mulai meningkatkan visibilitas mereka secara digital.

Berikut ini kami berikan beberapa tips digital marketing yang dapat Anda terapkan untuk bisnis fashion Anda:

  1. Website Professional: hal pertama yang harus Anda miliki untuk memulai pemasaran digital Anda adalah website. Website Anda adalah wajah dari bisnis Anda dan merupakan tempat dimana calon customer Anda bisa mencari informasi dimana saja dan kapan saja. Dengan memiliki website, Anda bisa meningkatkan brand awareness dan kepercayaan calon customer pada Anda. Pastikan website Anda mobile friendly, mudah di navigasikan, berisi informasi lengkap mengenai bisnis (alamat, kontak, testimoni pembeli, dst) dan penjelasan lengkap untuk produk fashion yang Anda tawarkan, serta usahakan website Anda SEO friendly.
  2. Content Marketing: Di zaman sekarang ini konten adalah raja. Anda perlu membuat konten yang berkualitas agar pemasaran Anda berjalan dengan baik. Buatlah blog berisikan artikel-artikel menarik, seperti tips memilih fashion yang sesuai, tips mix and match fashion, tren fashion terbaru dst. Anda juga bisa membuat konten gambar dan video dari produk yang Anda tawarkan.
  3. Social Media Marketing: generasi milenial sekarang ini lebih banyak menghabiskan waktu mereka melakukan browsing social media seperti instagram, facebook, atau twitter. Anda bisa post konten gallery gambar dari produk fashion yang Anda tawarkan, melakukan live update produk fashion terbaru yang Anda tawarkan atau tips mix and match dan masih banyak lagi. Kemudian Anda juga beriklan dengan social media dengan Instagram atau Facebook Ads untuk menyasar customer potensial. Dengan melakukan hal ini, Anda pun dapat meningkatkan brand awareness, meningkatkan traffic ke website dan Anda pun bisa berinteraksi secara lebih dekat dengan calon customer.
  4. Gunakan Influencer: promosi di media sosial, khususnya untuk brand fashion, yang terbaik tentunya berputar di sekitar influencer. Cara terbaik untuk promosi dengan influencer tentu dengan meminta mereka untuk mengenakan produk Anda dan kemudian membagikan foto di akun sosial media mereka. Dengan begini Anda dapat menyasar customer potensial dari para penggemar si influencer ini. Untuk ini, tentu Anda harus menentukan influencer yang paling cocok dengan brand Anda, misalnya jika target Anda adalah anak-anak muda, maka Anda dapat memilih influencer yang juga dari kalangan anak muda dan memiliki banyak penggemar.
  5. Iklan Digital SEM: dengan semakin banyaknya kompetitor Anda tentu ingin usaha fashion Anda lebih menonjol. Anda bisa menggunakan iklan berbayar SEM untuk menyasar calon customer yang memang memiliki ketertarikan dengan produk fashion tertentu yang Anda tawarkan dan melakukan pencarian. Selain itu, dengan iklan SEM Anda dapat menyasar kembali customer yang sudah pernah masuk ke website Anda tapi belum melakukan konversi dengan menggunakan strategi Remarketing.
  6. Optimasi SEO: SEO dilakukan dengan melakukan optimasi keyword yang sesuai dengan produk yang Anda tawarkan agar website Anda bisa muncul di mesin pencarian saat customer melakukan pencarian. Content marketing yang telah Anda lakukan, seperti artikel-artikel pada blog, dst juga dapat membantu dalam optimasi SEO bisnis Anda

Susun strategi digital marketing yang paling sesuai dengan bisnis fashion Anda dan jalankan strategi tersebut secara maksimal agar bisnis fashion Anda dapat terus berkembang dan bertahan di tengah kompetisi yang semakin ketat.

Content Marketing vs. Digital Marketing: Mana Yang Terbaik?

Content Marketing vs. Digital Marketing: Mana Yang Terbaik?

 

Ada banyak pilihan untuk menentukan cara terbaik untuk mempromosikan bisnis Anda secara online, terutama di era digital seperti sekarang ini. 2 metode yang paling banyak Anda temukan adalah Content Marketing dan Digital Marketing. Mana yang terbaik diantara 2 strategi ini?

 

Perbedaan Content Marketing dan Digital Marketing

Perbedaan utamanya adalah Content marketing adalah strategi individual dan Digital Marketing meliputi lebih dari 1 strategi.

Content marketing mencakup membuat konten informatif yang memberikan customer informasi yang bermanfaat. Post di blog, video, ada berbagai macam jenis content marketing untuk berbagi informasi dengan customer.

Untuk Digital marketing, mencakup beragam strategi. Dari iklan berbayar sampai optimisasi untuk mesin pencarian, digital marketing dapat membantu Anda memenuhi berbagai goal, seperti meningkatkan brand awareness dan juga penjualan.

 

Tipe-Tipe Content Marketing

Ada beberapa tipe konten yang dapat Anda buat untuk bisnis Anda:

  1. Blog: Salah satu tipe konten yang paling terkenal adalah blog. Blog sangat informatif, post di dalamnya dapat memberikan customer Anda pengertian akan sebuah topik. Pembuatan konten ini terkenal karena dengan optimasi yang benar, post ini dapat memiliki peringkat yang baik di mesin pencarian.
  2. Video: Selain blog, video adalah salah satu bentuk digital dari konten yang terkenal. Dengan video, Anda dapat memberikan informasi dengan lebih cepat dan dengan pengalaman visual yang lebih menarik. Video adalah format yang tepat untuk menjelaskan proses yang rumit dan untuk menjelaskan informasi agar dapat lebih mudah dimengerti.
  3. Infografis: Dengan infografis, Anda dapat memberikan informasi di dalam sebuah grafis yang didesain agar dapat lebih mudah dimengerti. Infografis cocok untuk menjabarkan proses atau menyampaikan statistik.
  4. E-book: E-book adalah format konten yang lebih panjang yang menyediakan penjelasan mendalam mengenai suatu topik. Banyak perusahaan yang menggunakan konten ini sebagai salah satu cara untuk mendapatkan leads.

 

Tipe-Tipe Digital Marketing

Berikut ini beberapa tipe Digital Marketing yang banyak digunakan:

  1. Search Engine Optimization (SEO): SEO adalah strategi digital marketing yang meliputi mengoptimasi website Anda untuk mendapatkan peringkat yang bagus pada hasil pencarian. Banyak bisnis yang menggunakan SEO untuk mendapatkan leads baru dan juga membantu mereka untuk berkembang secara online. Keuntungan dari strategi digital marketing ini antara lain: meningkatkan eksposur brand Anda di hasil pencarian dan mengarahkan traffic berkualitas ke dalam website Anda.
  2. PPC (Pay Per Click) Marketing / SEM (Search Engine Marketing): PPC/SEM adalah jenis marketing berbayar yang muncul di atas hasil pencarian yang ditandai dengan tanda “Ad” atau “Iklan” (tergantung dari pengaturan bahasa Anda). Strategi ini populer untuk bisnis yang mencari leads yang memang tertarik terhadap bisnis yang Anda tawarkan. Anda hanya akan membayar saat customer melakukan click pada iklan dan masuk ke dalam website Anda. Strategi ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan leads yang memang sudah siap untuk melakukan konversi, meningkatkan awareness akan brand Anda pada hasil pencarian, dan meningkatkan visibilitas Anda pada pencarian ketika Anda sudah memiliki peringkat untuk kata kunci Anda.
  3. Email Marketing: Strategi ini dapat membantu untuk menghubungkan Anda secara personal kepada leads Anda. Anda dapat mengirimkan konten yang sudah Anda desain langsung ke inbox email mereka. Keuntungan strategi ini adalah mengirimkan pengalaman personal dari brand Anda untuk meningkatkan konversi, menjalin hubungan dekat antara brand Anda dengan leads customer Anda.
  4. Social Media Marketing dan Advertising: Dalam strategi ini ada 2 komponen yaitu, social media marketing dimana Anda membangun kehadiran bisnis Anda secara organik di platform media sosial, dan Social Media Advertising dimana Anda mempromosikan bisnis Anda ke leads yang berpotensi. Dengan strategi ini Anda dapat memberikan konten yang relevan kepada customer, mendapatkan leads yang mungkin sebelumnya belum tahu akan bisnis Anda, dan membangun hubungan dan berinteraksi dengan customer.

 

Content Marketing Atau Digital Marketing?

Secara umum, strategi terbaik adalah untuk menggabungkan content marketing dan digital marketing, karena walaupun content marketing adalah strategi yang bagus, terkadang strategi ini membutuhkan bantuan dari strategi lainnya agar dapat memberikan hasil yang memang Anda inginkan.

Sebagai contoh, saat Anda membuat post dalam blog Anda, Anda akan membutuhkan SEO untuk memastikan optimasi yang sesuai dan post Anda dapat muncul di hasil pencarian dalam peringkat yang bagus. Jika Anda ingin customer melihat post dari blog Anda, Anda akan membutuhkan email marketing atau strategi social media untuk mengedarkannya kepada leads yang berpotensi.

Content marketing di dalam digital marketing adalah salah satu bagian dari strategi yang lebih besar. Jadi, jika Anda ingin mendapatkan hasil yang maksimal dari content marketing Anda, Anda harus membuat strategi yang berfokus pada penggabungan antara digital marketing dengan content marketing.

 

Semoga informasi yang kami berikan ini bermanfaat. Anda dapat mengkonsultasikan kebutuhan digital marketing Anda dengan kami!

Quality Score Dan Perannya Dalam Google Ads

Quality Score Dan Perannya Dalam Google Ads

Jika Anda menjalankan Search Campaign dengan Google Ads, Anda tentu sudah sering mendengar mengenai Quality Score. Sebenarnya apa sih Quality Score itu?

Quality Score adalah estimasi kualitas dan relevansi dari iklan, keyword dan landing page Anda. Quality score diberikan dalam range angka 1-10, semakin tinggi quality score semakin relevan iklan yang Anda jalankan.

Kenapa Quality Score Penting?

Beberapa alasan Quality score yang tinggi penting untuk pengiklan adalah :

1. Masuk ke pelelangan Google

Google akan melakukan pelelangan untuk melihat iklan mana yang paling relevan dan akan dimunculkan pencarian yang dilakukan oleh seorang customer. Salah satu faktor penentu yang dilihat Google adalah Quality Score, semakin tinggi quality score keyword yang dimiliki oleh pengiklan, hal itu menandakan relevansi-nya terhadap pencarian customer tersebut juga tinggi, maka hal itu akan memberikan potensi yang lebih tinggi untuk iklan dari pengiklan tersebut untuk bisa muncul pada hasil pencarian.

2. Bisa mendapatkan harga CPC yang lebih murah

Berdasarkan analisis, quality score akan berpengaruh pada rata-rata CPC yang akan Anda dapatkan. Semakin tinggi quality score, biaya yang harus Anda bayarkan juga bisa semakin berkurang. Quality score yang tinggi artinya relevansi iklan Anda terhadap pencarian customer juga tinggi. Semakin tinggi relevansi ini, Google akan menagih Anda untuk 1 click.

3. Posisi iklan yang lebih tinggi

Secara umum, iklan yang muncul di posisi atas memiliki kemungkinan untuk di click lebih tinggi daripada competitor. Dengan tingginya quality score Anda, berarti relevansi iklan Anda pun lebih tinggi terhadap pencarian customer, oleh karena itu hal ini akan dapat membuat Google untuk lebih mempertimbangkan iklan Anda untuk muncul di posisi atas pencarian.

 

Faktor Yang Mempengaruhi Quality Score

Ada 3 faktor utama yang mempengaruhi quality score Anda, yaitu:

  1. CTR, semakin tinggi CTR Anda artinya iklan Anda relevan dengan pencarian dan menarik perhatian sehingga customer tertarik untuk meng-click iklan Anda tersebut.
  2.  Ad relevance, yaitu relevansi target keyword dengan iklan Anda. Sebagai contoh, Anda membuat iklan dengan headline “Jual Sepatu Boots Wanita”, maka keyword yang kemungkinan paling relevan adalah “sepatu boots wanita”, “jual sepatu wanita”, dan seterusnya. Customer yang melakukan pencarian dengan keyword-keyword tersebut adalah yang paling mungkin untuk melihat iklan Anda tersebut.
  3. Pengalaman Landing Page, hal yang penting tentunya adalah apakah landing page Anda memberikan pengalaman yang maksimal untuk customer. Jika ingin nilai pengalaman customer yang bagus, maka pastikan landing page Anda mengandung informasi lengkap, konten original dan relevan dan juga mudah untuk di navigasikan.

Ada beberapa faktor lain juga yang mempengaruhi Quality score, diantaranya relevansi keyword dengan Ad Group Anda dan juga sejarah performa pada akun Google Ads Anda.

 

Cara Meningkatkan Quality Score

Ada beberapa cara Anda dapat meningkatkan quality score, berikut ini beberapa diantaranya:

  1. Riset keyword: temukan keyword baru yang lebih relevan untuk ditambahkan di dalam Campaign Anda, termasuk keyword longtail yang juga dapat membantu performa traffic Anda secara overall.
  2. Optimalkan Ad Text Anda: Pastikan Ad Text Anda sesuai dengan keyword yang Anda targetkan. Semakin relevan Ad Text dengan keyword, maka CTR Anda akan meningkat sehingga quality score Anda juga akan meningkat.
  3. Optimasi Landing Page: Gunakan landing page yang paling sesuai dengan keyword dan iklan Anda, dan pastikan pengalaman pengguna di dalamnya juga baik dengan waktu loading yang cepat.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi mampu atau tidaknya iklan yang Anda untuk untuk bersaing dalam pelelangan Google, dan salah satu diantaranya adalah quality score. Dengan quality score tinggi, maka semakin tinggi kemungkinan iklan Anda untuk muncul dan di click oleh customer, sehingga dapat meningkatkan bisnis Anda.

Semoga artikel kami ini bermanfaat untuk Anda!

Menggunakan Extension Untuk Tingkatkan Performa Campaign Google Ads

Menggunakan Extension Untuk Tingkatkan Performa Campaign Google Ads

Extension iklan pada Google Ads adalah salah satu cara yang bagus untuk bisa lebih menonjol dibandingkan dengan competitor Anda. Mereka dapat menambahkan keunggulan pada iklan Anda, dan membantu untuk memisahkan antara iklan yang berperforma bagus dari yang berperforma biasa saja.

 

Apa Itu Extension Iklan?

Extension iklan adalah tambahan informasi yang bisa mengembangkan iklan Anda dan membuatnya menjadi lebih relevan dan berguna untuk customer. Extension yang biasa Anda temukan bisa berupa nomor telepon, tambahan link ke halaman lain pada website, alamat, dan masih banyak lagi. Sebagai pengiklan, Anda harus memilih Extension mana yang dapat Anda gunakan untuk membantu Anda mencapai goal dari marketing bisnis Anda.

 

Keuntungan lainnya dari Extension iklan ini adalah, kita tidak perlu membayar lebih untuk dapat menggunakan-nya dan juga menggunakan Extension dapat membantu performa CTR iklan Anda menjadi lebih baik. Anda juga dapat menggabungkan penggunaan beberapa extension sekaligus dan extension iklan juga dapat dengan mudah Anda tambahkan dan ubah tanpa harus mengubah teks iklan Anda.

 

Beberapa Extension Iklan Yang Paling Umum Digunakan

Sebenarnya ada banyak extension iklan pada Google Ads, tetapi di artikel ini, akan dibahas 5 Extension yang paling umum digunakan oleh para pengguna Google Search Ads dan yang dapat membantu performa iklan mereka. Berikut ini penjelasan-nya:

 

  • Sitelink Extension

Sitelink Extension adalah link tambahan pada iklan Anda yang dapat membawa customer ke halaman tertentu dari website Anda. Dengan Extension ini Anda dapat mengukur interest customer yang masuk ke halaman tertentu dari website Anda.

 

Pada contoh diatas, tersedia link tambahan yang dapat membawa customer ke halaman berisi Specials (halaman mengenai promosi yang di tawarkan), Biscuits (halaman berisi pilihan biscuit anjing yang ditawarkan), Healthy Diets (halaman berisi informasi mengenai nutrisi yang terkandung), dan Hours (halaman mengenai jam operasional).

 

  • Callout Extension

Callout Extension memungkinkan Anda untuk menambahkan tambahan teks deskripsi pada Ad Text Anda. Anda dapat menambahkan atribut tertentu mengenai bisnis, produk dan servis yang Anda tawarkan yang akan muncul di bawah deskripsi iklan Anda di jaringan Search Google sehingga Anda dapat menonjolkan keuntungan dari bisnis yang Anda tawarkan.

Pada contoh diatas, Callout Extension yang digunakan adalah Free Shipping, 24-7 Customer Service dan Price Matching.

 

  • Call Extension

Call Extension dapat memberikan kemudahan bagi customer untuk dapat menghubungi bisnis Anda langsung dari hasil pencarian (hal ini berlaku untuk tampilan pada mobile, jika pada tampilan di desktop, nomor telepon tidak dapat di click). Click pada nomor telepon memiliki biaya yang sama dengan click pada headline teks iklan Anda (standard CPC).

Tampilan di atas adalah tampilan Call Extension pada mobile.

 

  • Location Extension

Extension ini dapat membantu customer untuk menemukan lokasi bisnis Anda dengan menunjukkan iklan Anda bersama dengan alamat bisnis Anda, map ke lokasi Anda, atau jarak menuju lokasi Anda. Satu hal yang harus diperhatikan, untuk dapat menggunakan Extension ini, Anda harus memiliki akun Google My Business, kemudian menghubungkan akun Google My Business Anda dengan Google Ads.

 

  • Structured Snippet Extension

Extension ini memungkinkan Anda untuk me-list jenis produk, servis, tujuan (contoh: untuk agensi perjalanan) yang Anda tawarkan. Extensi ini juga akan muncul di bawah deskripsi iklan Anda. Tujuan dari extension ini sama seperti callout, adalah untuk memberikan informasi tambahan untuk customer, sehingga bisa membuat mereka lebih tertarik untuk meng-Click iklan Anda.

Sebagai contoh pada contoh iklan di atas, iklan tersebut adalah iklan untuk mempromosikan toko elektronik. Dengan bantuan Structured Snippet Extension, pengiklan memberikan informasi bahwa selain menjual alat elektronik mereka juga menyediakan jasa Support, daur ulang sampah elektronik dan juga jasa servis komputer.

 

Di atas adalah 5 extension yang paling umum digunakan untuk meningkatkan visibilitas iklan Search Anda. Anda dapat menggabungkan penggunaan beberapa Extension dalam Campaign iklan Anda, untuk dapat lebih menonjolkan bisnis Anda dibandingkan dengan kompetitor lainnya.

 

Bagaimana, apakah Anda sudah semakin mengerti mengenai Extension pada Google Ads? Semoga dengan artikel ini dapat membantu Anda untuk dapat membuat iklan Anda dapat bersaing dengan competitor Anda di era digital seperti sekarang ini.

Perubahan Match Type Keyword pada Google Search Ads

Perubahan Match Type Keyword pada Google Search Ads

 

Seperti diketahui sebelumnya, dalam menjalankan Google Search Ads, ada 4 match type yang dapat digunakan untuk mengontrol pencarian agar iklan yang kita jalankan dapat muncul pada user yang memang dituju. 4 match type tersebut adalah Broad Match, Exact Match, Phrase Match dan Broad Match Modifier.

 

Dalam rangka untuk mempermudah bisnis untuk mencapai customer yang dituju dengan iklan mereka, Google melakukan perubahan pada match type Phrase dan Broad Match Modifier. 

 

Pengertian Phrase Match

Dengan menggunakan match type ini, iklan kita dapat muncul saat user melakukan pencarian dengan keyword yang sesuai, variasi terdekat dan dengan penambahan kata di depan atau di belakang keyword yang kita gunakan. Match type ini lebih terkontrol dibandingkan dengan Broad Match tetapi lebih flexible dibandingkan dengan Exact Match.

 

Contoh: kita menggunakan keyword -> “sepatu wanita”. Iklan kita akan muncul saat user melakukan pencarian di Google dengan kata yang mengandung ‘sepatu wanita’ dengan tambahan kata di depan atau di belakang keyword, seperti: ‘cari sepatu wanita’, ‘sepatu wanita murah’, ‘sepatu wanita baru’.

 

Pengertian Broad Match Modifier (BMM)

Dengan match type ini, kita dapat meraih Audience yang luas seperti Broad Match, tetapi dengan kontrol yang lebih baik untuk siapa yang dapat melihat iklan kita dengan membatasi iklan kita muncul jika user melakukan pencarian yang mencakup kata individual dari keyword kita yang kita tandai dengan tanda ‘+’.

 

Contoh: kita menggunakan keyword -> +sepatu wanita, maka iklan kita dapat muncul jika user melakukan pencarian yang mengandung kata ‘sepatu’, seperti: ‘sepatu wanita baru’, ‘sepatu baru’, ‘sepatu murah’, ‘sepatu ladies’, ‘cari sepatu baru’, ‘jual sepatu murah’, ‘sepatu yang bagus’.

 

Menyederhanakan Match Type Pada Search Ads

Untuk meningkatkan jangkauan dan kontrol untuk pengiklan, mulai dari bulan Februari hingga Juli 2021, Google akan sedikit demi sedikit menghilangkan match type BMM. Jadi mulai dari Juli 2021, pengiklan tidak dapat menggunakan match type BMM lagi.

 

Sebagai gantinya, Google akan memperluas match type Phrase untuk memasukkan sifat dari BMM dan sifat dari Phrase yang sudah ada, dan menggabungkannya menjadi satu. Dengan kata lain, ketika perubahan ini selesai dilakukan, menggunakan match type Phrase pada Google Search Ads, akan sama dengan menggunakan match type Phrase dan BMM sekaligus, dengan sedikit perubahan.

 

Perubahan Pada Match Type Phrase

Match type Phrase akan mencakup traffic yang dapat diperoleh dengan menggunakan match type BMM, tetapi dengan tetap memperhatikan urutan kata yang penting untuk arti kata tersebut. Dengan perkembangan ini, pengiklan dapat menjangkau pencarian yang diinginkan saat menggunakan match type Phrase, tanpa harus khawatir akan adanya pencarian yang tidak relevan.

 

Sebagai contoh: kita menggunakan keyword “sepatu wanita”. Jika sebelum perubahan kita menggunakan match type Phrase, maka iklan kita akan muncul saat user melakukan pencarian dengan query “sepatu wanita bagus” atau “cari sepatu wanita”. Setelah perubahan selesai diterapkan, maka iklan kita akan muncul pada query pencarian “sepatu boots ukuran 35 wanita baru”. Bisa dilihat dari contoh tersebut, hanya dengan memasang keyword “sepatu wanita” iklan kita dapat muncul di query pencarian yang lebih luas yang mencakup ukuran atau jenis, tetapi masih di dalam  query pencarian tersebut tetap harus mengandung keyword inti  “sepatu wanita”.

 

Dengan terus dilakukannya pengembangan dari Google, kedepannya beriklan di Google Search Ads pun akan semakin nyaman. Tetapi walaupun targeting keyword di Google Search Ads telah dibuat lebih simple, pengiklan tetap harus melakukan monitor dan kontrol yang menyeluruh dan rutin agar traffic iklan terkontrol dan biaya yang dikeluarkan tidak sia-sia.

 

Iklan di Social Media Berbayar vs Organic : Mana Yang Terbaik?

Iklan di Social Media Berbayar vs Organic : Mana Yang Terbaik?

 

 

 

Di era Digital seperti sekarang ini, bisnis yang tidak memiliki keberadaan social media, dapat memiliki resiko tertinggal oleh kompetitor. Strategi social media yang baik sangatlah vital, tetapi tidak ada 1 pendekatan yang bisa cocok dengan semuanya.

Beberapa bisnis beranggapan bahwa membayar promosi dengan social media adalah strategi yang paling efektif, tetapi banyak juga yang lebih memilih untuk bergantung pada perkembangan organic untuk membangun customer base mereka. Yang manakah yang paling cocok dengan bisnis Anda?

 

Apa Itu Social Media Berbayar?

Seperti yang ditunjukkan oleh namanya, social media berbayar berarti Anda membayar untuk melakukan promosi di platform tertentu. Perusahaan seperti Facebook, Twitter dan Instagram memungkinkan Anda untuk meningkatkan visibilitas post Anda dengan biaya tertentu. Hal ini dikenal juga sebagai post yang dipromosikan atau disponsori, dan biasanya mereka dikenakan biaya berdasarkan PPC (Pay Per Click). Hal ini berarti Anda akan dikenakan biaya tertentu setiap kali ada customer potensial yang melakukan click pada post Anda.

 

Apa Itu Social Media Organic?

Pertumbuhan social media secara organic datang dari penggunaan servis gratis Media Sosial secara efektif. Mendapatkan perhatian dengan post-post yang menarik dan membangun hubungan dengan membalas komentar dari customer, adalah beberapa contoh cara pertumbuhan Social Media secara Organic.

 

Apa Saja Keuntungan Dari Kedua Strategi Tersebut?

Keuntungan terbesar dari social media berbayar adalah bahwa post Anda tertarget. Post dapat ditunjukkan kepada penonton tertentu yang sesuai dengan kriteria customer Anda, seperti customer di kelompok usia atau lokasi tertentu. Anda juga dapat menarget customer yang mengikuti akun atau page tertentu yang menawarkan servis yang mirip dengan yang Anda tawarkan. Dengan fokus ke customer yang potensial, Anda dapat menghemat waktu dan juga meningkatkan tingkat konversi Anda.

 

Sebaliknya, strategi social media organic bisa berdampak baik untuk image perusahaan Anda. Sebuah bisnis yang secara rutin meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan customer di level personal dapat terlihat lebih bersahabat dan terpercaya.Jika customer hanya bisa melihat iklan berbayar dari bisnis Anda, mereka dapat menganggap bahwa Anda hanya melihat mereka sebagai sumber pendapatan saja. Hal ini bisa dikatakan benar, tetapi customer terkadang juga perlu merasa bahwa mereka special.

 

Menggabungkan Kedua Strategi Tersebut

Strategi yang terbaik adalah menggabungkan strategi social media berbayar dan organic. Gunakan social media berbayar untuk meningkatkan customer base Anda dengan menargetkan customer yang memiliki keperluan dan interest yang relevan. Begitu Anda mendapatkan perhatian mereka, gunakan pendekatan organic untuk memperlihatkan bahwa Anda peduli kepada customer baru Anda tersebut.

 

Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk membantu Anda menentukan strategi Social Media yang paling sesuai dengan bisnis Anda.