fbpx
4 Cara Mengelola Reputasi Online Usaha Anda

4 Cara Mengelola Reputasi Online Usaha Anda

Pelanggan Anda memiliki kemampuan untuk mengulas, menulis blog atau meninggalkan opini terhadap produk atau jasa Anda. Setiap ulasan dan/atau pengalaman pelanggan dapat ditemukan di internet hanya beberapa klik – secara langsung hal ini mengiklankan bisnis, nama, dan produk atau layanan Anda. Eksposur seperti ini sangat berharga dan gratis!

Berikut ini adalah empat cara mengelola reputasi online atau daring usaha Anda. Apa saja? Simak pembahasannya berikut ini.

 

  1. Andalkan ulasan

Pelanggan umumnya percaya dan mengandalkan ulasan/review atau rekomendasi sebagai faktor untuk menentukan apakah produk atau jasa tersebut layak dibeli atau tidak.

Berdasarkan studi dari Google Think Auto, 85 persen pembeli mobil akan membaca ulasan secara online sambil mencari tahu pembelian mereka.

Statistik lain yang diterbitkan Cone Communications mengungkapkan bahwa 80 persen konsumen telah terpengaruh dan mengubah keputusan pembelian mereka akibat ulasan negatif. Hal ini memudahkan Anda untuk memahami alasan mengapa ulasan positif sangatlah berharga – tetapi juga dapat menimbulkan kekhawatiran akibat ulasan dan pengalaman negatif yang dapat berbahaya bagi bisnis.

 

  1. Tunjukkan layanan terbaik

Jadi, apa yang akan Anda lakukan ketika menerima ulasan negatif? Bagaimana tim Anda mengatasinya dengan baik? Satu hal yang harus diingat adalah jangan menghapusnya. Di banyak kasus, Anda tidak akan bisa melakukannya. Anggaplah ulasan negatif tersebut adalah sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan layanan pelanggan (customer service skills).

Memiliki customer service skills artinya Anda memiliki kemampuan untuk merespon, menanggapi, dan menangani situasi secara publik. Hal ini adalah keuntungan yang berharga karena Anda dapat menunjukkan bahwa Anda benar-benar tertarik dan ingin memperbaiki pengalaman mereka. Dengan menanggapi komentar atau ulasan negatif, itu membuktikan keandalan Anda sebagai professional yang berorientasi pada pelanggan.

 

  1. Kirim survei kepuasan pelanggan

Selain itu, Anda juga dapat bersikap proaktif terhadap ulasan online dengan mengirim survei kepuasan pelanggan. Pendekatan ini dapat memperbaiki situasi negatif dan mengarahkanya menjadi lebih baik sebelum pelanggan mempublikasikannya ke internet. Survei kepuasan pelanggan juga dapat meningkatkan jumlah ulasan positif bisnis online Anda.

Anda dapat menyesuaikan survei untuk meminta pelanggan agar memberikan ulasan di sejumlah outlet atau toko. Cara ini bisa membantu manajemen reputasi dan dapat selesai secara otomatis.

 

  1. Minta pelanggan untuk mengulas

Bisnis dengan ulasan-ulasan online akan lebih sering muncul di laman pencarian. Berbeda dengan bisnis dengan sedikit ulasan online atau bahkan tidak sama sekali. Bisnis Anda akan sedikit eksposur, bahkan kurang dikenal calon pelanggan.

Karena itu, mulailah minta pelanggan untuk mengulas produk atau jasa Anda. Sudah gratis, bahkan tidak ternilai pula iklannya!

 

Bagaimana dengan bisnis Anda?

 

Penulis: Nadia K. Putri/Content Writer at Remarketing.co.id

4 Jenis Konten Facebook yang Harus Diposting di Bisnis Anda

4 Jenis Konten Facebook yang Harus Diposting di Bisnis Anda

Satu kesalahan yang sering dilakukan banyak bisnis di Facebook adalah memposting konten semata-mata tentang produk atau layanan saja. Namun, jangan salah paham – sebenarnya memang penting untuk membicarakan hal itu, tetapi jika seseorang menyukai halaman Facebook (Facebook page) Anda, kemungkinan besar mereka juga menyukai apa yang Anda jual. Meskipun begitu, ada konten-konten lain yang dapat Anda bagikan pada audiens.

Jadi, konten apa sajakah yang bisa Anda posting di halaman Facebook untuk melibatkan penggemar? Simak penjelasannya di bawah ini.

 

  1. Konten eksklusif

Ketika suatu konten bersifat eksklusif, hal itu akan menjadi sesuatu yang lebih diinginkan audiens. Memberi penawaran terbatas, vlog, kode presales dan kupon secara khusus di Facebook dapat memberi insentif bagi audiens untuk lebih sering mengunjungi halaman tersebut.

 

  1. Behind the scenes

Beberapa konten paling menarik yang dapat diposting di halaman Facebook adalah konten behind the scenes atau di balik layar. Mengapa demikian? Karena jenis konten ini membuat fans atau penggemar dapat terikat dengan brand Anda lebih dari sekedar produk.

Memposting konten behind the scenes memberi gambaran kepada penggemar tentang internal perusahaan Anda. Pada halaman Facebook IMP yang berbasis di Kanada, misalnya, kami akan memposting foto rekan tim baru, snapshot atau cuplikan hadiah yang dikirim klien pada kami, dan mengumumkan ulang tahun karyawan kami. Kami ingin penggemar tahu lebih banyak tentang perusahaan kami beserta orang-orang di dalamnya.

 

  1. UGC (user generated content)

Orang-orang suka memposting sesuatu di Facebook, mulai dari foto hingga opini. Ketika melihat konten mereka ditampilkan atau featured di halaman bisnis, rasanya seperti tenar 15 menit. Siapa sih yang tidak menyukainya? Jangan takut untuk meminta pengguna untuk terlibat di halaman Facebook Anda. Ajukanlah pertanyaan. Minta saran. Ajak orang-orang untuk membagikan foto diri mereka sambil menggunakan produk Anda. Pastikan juga Anda memantau hasilnya ya!

 

  1. Shareable content

Konten-konten yang berpotensi untuk dibagikan atau shareable content juga menarik Anda posting. Sebab, tidak semua yang Anda posting di halaman Facebook harus berkaitan dengan bisnis. Cara untuk mendapatkan penggemar atau interaksi adalah dengan memposting konten yang memancing minat seperti meme, e-card, video viral, artikel blog, hingga acara atau berita.

Jika Anda berpikir bahwa ada konten yang menurut Anda lucu, mengejutkan, atau menarik, kemungkinan besar penggemar halaman Facebook Anda juga menyukainya. Jika penggemar Anda menyukai konten yang Anda posting, mereka akan membagikannya ke Facebook, Twitter dan sebagainya. Pada dasarnya, konten yang mudah dibagikan atau shareable content dapat memperluas jangkauan brand Anda.

 

Dalam dunia media sosial yang sangat kompetitif, penting untuk dapat membuat bisnis Anda berbeda dengan yang lain. Mengapa tidak untuk mencoba hal baru dan melihat hasilnya?

 

Penulis: Nadia K. Putri/Content Writer at Remarketing.co.id

Bagaimana Cara Meningkatkan Engagement Media Sosial?

Bagaimana Cara Meningkatkan Engagement Media Sosial?

 

Internet memiliki peranan penting dalam kehidupan kita, dan kita perlu mengakuinya. Media sosial memiliki banyak hal, khususnya untuk Anda dan usaha Anda. Meskipun Anda memiliki akun media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram atau Snapchat untuk kepentingan pribadi atau usaha, tetapi, sayang sekali bukan jika Anda tidak memiliki audiens?

Beberapa teknik ini bisa Anda gunakan untuk menaikkan engagement dan interaksi di media sosial. Bagaimana caranya?

 

  1. Gunakan media yang berkualitas tinggi

Postingan Anda sangat berarti dan memiliki informasi yang perlu diketahui orang-orang. Namun, pengguna media sosial pada umumnya juga berpikir demikian. Salah satu cara yang baik untuk memastikan konten Anda diterima adalah dengan menyertakan media berupa foto, gambar, atau video yang bisa meningkatkan daya tarik.

Perlu diperhatikan bahwa media yang diunggah adalah gambar dan video berkualitas baik. Media ini seharusnya menggunakan kamera berkualitas mumpuni atau dengan kamera DSLR. Jika Anda hanya memiliki kamera smartphone, jangan khwatir! Artinya, Anda harus bekerja sedikit lebih keras untuk memastikan gambar atau video tersebut memiliki pencahayaan bagus, jelas, dan tidak kabur (blur atau grainy).

Menggunakan kamera smartphone sebenarnya menyenangkan, khususnya ketika Anda memasang filter. Namun, hal itu justru akan mengurangi kualitas media yang akan diunggah. Jika foto Anda memang membutuhkan bantuan filter, hal itu akan berguna. Bahkan, ketika Anda mengubah kecerahan atau kontras gambar pun juga dapat memberikan keunikan sendiri.

 

  1. Libatkan audiens

Hal yang menarik dari media sosial adalah bersosialisasi. Selama Anda memposting konten untuk usaha Anda, Anda juga harus terlibat dengan pengguna. Saat Anda berinteraksi dengan pengguna, perlu diingat bahwa orang lain bisa melihat percakapannya. Gunakan bahasa sopan dan santun. Jika Anda memilih untuk membuat lelucon atau jokes, sertakan emoji agar tetap santai dan terlihat baik.

Selain itu, gunakanlah ejaan dan tata bahasa yang tepat dengan kemampuan Anda. Sangatlah penting untuk bersikap tulus dan ramah pada pengguna, tetapi jika anda terus-menerus melakukan kesalahan seperti menggunakan ejaan salah, tata bahasa yang kurang tepat, atau kurang santun, justru itu akan merusak kredibilitas usaha Anda.

Anda juga bisa menyebarkan atau reshare postingan pengguna lain di akun Anda. Kesempatannya adalah, mereka akan share postingan Anda juga!

 

  1. Pakai #tagar atau #hashtag

Alat hashtag atau tagar sangatlah relevan di media sosial. Bagi Anda yang belum familiar dengan hashtag, hashtag adalah menempatkan simbol tanda pagar (#) secara langsung di depan kata, istilah, atau frasa yang berkaitan dengan postingan. Ketika Anda mengekliknya, hashtag akan membawa Anda ke sebuah portal dengan semua postingan yang berkaitan pada hashtag tersebut. Inilah yang memungkinkan pengguna dapat melihat topik atau hal tertentu yang sedang dibicarakan.

Hashtag juga dapat diandalkan jika Anda ingin mencari inspirasi atau ingin tahu lebih dalam terhadap suatu topik. Jika Anda memiliki sesuatu yang ingin Anda posting, cobalah mencari hashtag yang berkaitan. Anda akan melihat ide-ide menarik untuk sebuah foto yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya.

 

  1. Timing is everything

Waktu dan hari Anda memposting konten ke media sosial ternyata memiliki efek terhadap kualitas engagement atau interaksi. Hal ini bervariasi tergantung pada masing-masing platform media sosialnya, tetapi sebagian waktu yang paling banyak mengundang engagement atau interaksi adalah pada awal minggu sore hari dan awal malam hari. Memposting konten pada akhir pekan atau tengah malam bukanlah ide yang bagus untuk mencari keterlibatan pengguna.

 

  1. Kontes dan giveaway

Orang-orang sangat menyukai hadiah gratis. Mengurus media sosial berbalut kontes dan giveaway adalah cara yang ampuh untuk menarik pengguna atau followers. Kontes tidak hanya melibatkan pengguna, tetapi juga memiliki peluang untuk membangun brand dan online presence (kehadiran daring). Anda memiliki kesempatan untuk berkembang dengan pengguna lain ketika peserta harus memencet tombol like, komentar, atau share (berbagi) halaman Anda untuk mengikuti kontes.

Perlu diingat bahwa Anda harus selalu mengetahui siapa followers Anda sebelum memposting. Apakah mereka pelajar? Bekerja tetap? Orang tua baru? Faktor-faktor inilah yang akan berperan pada waktu yang tepat saat mereka mengecek feed media sosial dan cara mereka berinteraksi dengan sesama pengguna.

 

  1. Berikan call to action (CTA)

Meski Anda berfokus pada media sosial, CTA atau call to action tetap perlu disampaikan. Sampaikan dengan jelas pada postingan Anda. Apakah postingan tersebut memiliki CTA untuk follow, share, likes, komentar, mengirim pesan lewat DM (direct message), atau bahkan membeli produk.

 

Itulah 6 cara meningkatkan engagement untuk media sosial usaha Anda. Yuk coba!

 

Penulis: Nadia K. Putri/Content Writer at Remarketing.co.id